16
Okt
14

Sejuta cerita di Porprov III kepri di Tanjung balai karimun

spoiled ngantri SPBU karimun

Sobatsepeda, kali ini saya kebetulan didaulat menjadi salah seorang official atlet yang berada dibawah bendera kontingen batam untuk cabang olah raga sport sepeda. Pulau yang berjarak satu jam perjalanan Ferry dari  Batam , merupakan bagian dari gugusan kepulauan Riau dan memang propinsi ini terdiri dari beberapa gugusan pulau kecil. Dan pulau yang seluas 912,75 Km²  tersebut menjadi tuan rumah ajang perhelatan olah raga 4 tahunan tingkat propinsi tersebut
baru satu hari disana langsung kena tilang oleh pak polisi , pelanggaran pertama mungkin melawan arus lalulintas, kedua spion tidak lengkap , tiga mungkin pajak motor mati dan yang terakhir berboncengan tanpa menggunakan helm pengaman akan tetapi tidak ditilang hanya peringatan verbal saja, terimakasih pak polisi(wicak).

swasana tanjung balai karimun tidak beda jauh dengan beberapa tahun yang lalu saat saya mengikuti perlombaan MTB road race.sambutan hangat dan bersahabat sebagai tuan rumah penyelenggara sangat terasa disana(wicak).

Sisi lain , pulau yang tidak terlalu luas itu dimana kegiatan ekonomi terpusat di seputaran pelabuhan bisa dibayangkan macetnya jalan-jalan disana meskipun ada kebijakan one way system. toko-toko dudah pada tutup menjelang jam 8 malam hanya sebagian warung makan padang dan beberapa kios jajanan yang masih bertahan hingga malam hari(wicak).

oh iya yang sedikit membuat masalah , dalam satu wilayah itu hanya terdapat  1 buah SPBU saja dimana tidak buka 24 jam , jam praktek dcari 07.00 pagi hingga jam 15 sore itu pun kalau stok BBM tidak habis, bisa dibayangkan untuk memenuhi keperluan harian sebuah kendaraan bermotor harus ngantri minimal 1 jam maksimal tidak terhungga(wicak).

Meskipun selama disana mendapat jatah khusus untuk keperluan kontingen tapi tidak tega juga melihat yang lain ngantri mengular hingga berjam-jam sementara saya hanya melenggang kangkung tanpa ngentri, jadi untuk keperluan sepeda motor operasional kami putuskan untuk membeli BBM botolan dengan harga berkisar antara 15 sampai 20 ribu rupiah(wicak).

sedikit kisah menarik pada malam terakhir disana dimana saat saya mau kembbali kekamar hotel tempat saya tinggal, kebetulan motor pinjaman mogok .Saya disamperin orang dan menawarkan BBM botolang dengan harga Rp 20 ribu padahalseputaran sana tidak terlihat dia bawa rak BBm botolan tersebut , akan tetapi yang membuat saya heran dia mengeluarkan remote kunci sebuah mobil dan terbukalah pintu belakang sebuah mobil Honda CR-V lumayan baru , ternyata dibagasi belakang tersedia beberapa botol BBM yang dikemas dalam botol air mineral 1,5 literan(wicak).

Implikasi: Berada di sebuah wilayah yang bernama Kepulauan Riau yang dikenal sangat kaya akan bahan mineral seperti Minyak serta gas bumi sangat miris apa bila kita lihat sebuah kenyataan masyarakat terpaksa harus rela ngantri untuk mendapatkan BBM.semoga pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak menutup mata akan semua yang terjadi dilapangan(wicak)

Sumber: pengalaman  pribadi , mbah Google dan masih banyak sumber2 yang lain

Iklan

0 Responses to “Sejuta cerita di Porprov III kepri di Tanjung balai karimun”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: