25
Feb
13

Gowes Sunday @ Nongsa

Spoiled for : Sunday gowes @ nongsa

Sobatsepeda , tepat Jam 06.00 pagi saya meluncur dari rumah dengan sepeda hitam kesayangan. Terlihat cakrawala dari ufuk timur menyapa dengan agak berat karena cuaca agak diliputi mendung. Lone rider itulah julukan yang rekan-rekan goweser Batam berikan saat ini , karena lebih suka sendiri karena lebih bebas dan lebih bisa fokus dengan ritme yang dibutuhkan.Benar apa kata rekan-rekan blogger tentang sepeda, bukan jarak atau kecepatan yang menjadi acuan akan tetapi setiap ritme yang kita dapat dan setiap jarak yang telah dicapai menjadi lebih bermakna dari sekedar diatas sadel(wicak).  

Akan tetapi sebuah kesendirian bukanlah sebuah pilihan kepedulian akan kehidupan sekitar sangat dibutuhkan sebagai seorang makhluk sosial . Sampai sekitar 20 kilometeran tetap menjadi lone rider sambil menikmati pemandangan setiap lokasi yang dilewati , karena disekitar yang terlewati masih terdapat tanaman kantung semar yang biasanya berada ditempat tersembunyi dan membutuhkan keleban tinggi.Sejauh itu saya masih menikmati kesendirian diatas sadel hingga beristirahat sambil mengabadikan beberapa shoot di jembatan Nongsa (wicak)

Spoiled for : Sunday gowes @ nongsa

Disinilah saya mengabadikan beberapa gambar, dan gambar diatas si hitam kesayangan yang selalu menemati dalam suka dan duka , panas terik hujan badai sampai tanjakan paling agresif sekalipun hingga dikejar babi hutan semua telah kami lewati. sekitar 15 menit disan terlihat rekan goweser satu demi satu lewat , mereka juga lone rider seperti saya, mungkin masalah mereka berbeda dengan saya yang memiliki ritme kerja tidak menentu dan waktu libur yang tidak menentu pula , hingga bikin janji dengan rekan goweser sering gagal dan jadilah goweser partikelir(wicak).

Setelah waktu istirahat selesai saya teruskan perjalanan hingga tanjakan punuk onta sata bertemu rekan goweser lainnya sekitar 8 orang , mereka rata-rata sudah berumur diatas saya dan beberapa dari mereka terdapat kawan lama akhirnya gabung dan manjadi anggota kelompok tersebut(wicak)

Spoiled for : Sunday gowes @ nongsa

Bersosialisasi, ngobrol dijalan tukar pikiran serta pengalaman diatara kami sudah biasa , bahakan akan terjalin keakraban sekental sahabat lama terbentuk disana.Disanalah saling berbagi dan saling menunggu saat beberapa rekan tercecer dibelakang, sebuah semangat kebersamaan, meski beberapa orang dari kami belum saling mengenal akan tetapi sudah terjalin sebuah keakraban secara alami (wicak).

Implikasi : Ritme atau cadence harus selalu dipertahankan agar kita tidak kehilangan momen untuk melakukan manuver berikutnya baik diatas sadel maupun dalam kehidupan sesungguhnya. Contohnya pada saat kita menghadapi tanjakan apalagi yang sangat panjang , disana dibutuhkan ritme stabil sepanjang tanjakan kalau sampai berhenti ditengah jalan maka yang akan terjadi kita tidak akan bisa melanjutkan karena kehabisan momen atau betis kita yang tiba-tiba kram akibat beban berlebih saat kecepatan tiba-tiba melambat , yang akhirnya kita harut turun dari sepeda untuk TTB/ Tuntun Bike (wicak).

Sumber :http://sobatsepeda.com/2013/02/25/gowes-sunday-nongsa/#more-2410

Iklan

0 Responses to “Gowes Sunday @ Nongsa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: