16
Jan
13

Membuat baterai dari jaringan tumbuhan yang telah mati

Spoiled for : baterai dari jaringan hijau

Sobatsepeda,Dalam beberapa penelitian akhir-akhir ini telah membuktikan bahwa hal ini sangat memungkinkan untuk membuat baterai ramah lingkungan yang berasal dari tumbuhan yang telah mati, percaya atau tidak akan tetapi para peneliti berpendapat  bahwa pewarna merah yang mereka dapat dari berbagai tumbuhan dapat dimanfaatkan untuk membuat baterai Lithium ion (wicak).

Sebuah tanaman yang dikenal sabagai tanaman pemarah dimana telah digunakan selama berabad-abad untuk mendapatkan purpurin yang berfungsi sebagi pewarna kain merah , pink dan kuning . Dalam peradaban kuno Asia dan timur tengah dimana hasil rebuisan pertama akar akan didapatkan hasil pewarna yang tidak beracun (wicak).

Bahkan para ilmuwan telah menemukan penemuan yang cukup menarik dan mereka sendiri cukup terkejut bahwa pewarna dapat dimanfaatkan untuk menyimpan energy ! Para ahli kimia organik di City college of New York mengatakan bahwa hal ini penemuan ini sangat menarik untuk generasi masa depan (wicak).

purpurin-madder-shuttershock

Spoiled for : baterai dari jaringan hijau

Bagi mereka yang tidak tahu bahwa kami menggunakan bahan Lithium Ion untuk isi ulang pada baterai yang umumnya digunakan pada telepon selluler  bahkan pada kemndaraan listrik lainnya .Baterai ini menggunakan Cobalt sebagai bahan utama elektroda yang dialiri arus listrik (wicak).

Seorang ilmuwan material yang bernama Arava Leela Mohana Reddy dari  the Rice University mengatakan bahwa  30 % dari  cobalt diproduksi diseluruh dunia yang digunakanan untuk teknologi baterai jenis ini .Sekarang bayangkan jumlah Cobalt yang bisa kita hemat dalam skala besar sekali dalam produksi baterai , dari teknologi baterai ini semua bisa dimulai (wicak).

Bukan hanya sumber dari Cobalt didunia ini sangat terbatas akan tetapi juga biaya pertambangan semakin mahal . Apalagi daur ulang dan fabrikasi baterai lithium ion membutuhkan tekanan sangat tinggi dan energi yang sangat besar . Pada tahun 2010 menurut Reddy hampir 1 miliar baterai lithium ion telah di daur ulang . jadi dapat anda perkirakan berapa jumlah energi yang dibutuhkan untuk melakukan proses ini (wicak).

madder-dye.jpg.492x0_q85_crop-smart

Spoiled for : baterai dari jaringan hijau

Kelemahan utama lainnya dari cara konvensional dalam produksi dan daur ulang dari baterai menghasilkan gas rumah kaca dengan jumlah yang sangat besar (Karbon dioksida) yangdilepaskan. hampir sekitar 72 kilo (158 pound) dari gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer per kilowatt jam dari energi didalam baterai . Jadi ada kebutuhan mendesak untuk hal ini untuk memikirkan bagaimana caranya untuk membuat baterai lebih ramah lingkungan dari sumber daya alam dan penelitian ekstensive yang sedang berjalan dalam bidang ini untuk menghasilkan baterai yang jauh lebih hijau (wicak).

Setelam memeriksa banyak  bahan alami para ilmuwan menyimpulkan bahwa Purpurin dan sejenisnya adalah zat yang sangat ideal untuk bahan elektroda . Alasan dibalik ini adalah kepadatan dan kaya akan cincin molekul elektron secara bolak-balik seperti sifat elektrode biasanya . Inilah sifat dasar   yang dimiliki Purpurin dan hal ini relative akan berkoordinasi sangat baik dengan sifat Lithium (wicak).

Selain itu para ilmuwan telah menemukan sebuah teknik yang sangat mudah untuk menrubah Purpurin menjadi sebuah elektroda bukan hanya murah akan tetapi dapat dilakukan pada suhu kamar. Teknik ini adalah dilarutkannya pewarna kedalam alkohol pelarut dan ditambahkan garam Lithium didalamnya. Warna dari perubahan solusi dari kuning kemerahan menjadi merah muda sekali ini garam Lithium mengikat dengan molekul (wicak).

260_root_madder_battery

Spoiled for : baterai dari jaringan hijau

Produksi gas rumah kaca dapat juga diatasi dengan teknik ini karean suatu hari pertumbuhanya akan semakin menggila dalam jumlah yang sangat besar untuk skala produksi komersial dari Baterai Lithium Ion , hal ini tentunya akan mengurangi laju pertambahan karbon dioksida di atmosfer tidak seperti cara konvensional dalam memproduksi baterai ini .Belum lagi sifat beracun dari baterai Lithium dimana juga menjadi sebuah masalah yang harus dipecahkan dengan teknik baru yang telah ditemukan dimana Lithium mengikat elektroda ditemukan benar-benar tidak mengandung racun dan karenanya dimasa depan setelah penggunaan tidak perlu susah-susah dibuang dan menimbulkan masalah ketika harus didaur ulang setelah penggunaan dapat dibuang kemana saja tanpa ragu tanpa menimbulkan masalah dimasa yang akan datang (wicak).

Implikasi: Perkembangan baterai perangkat elektronik dari Nickle methal hidrin yang sangat tidak ramah lingkungan menjadi Lithium Ion yang juga tidak kalah beracun hingga ditemukan Lithium ion yang lebih hijau ini cukup menjanjikan keramahan terhadap lingkungan dimasa depan, sehingga hasil temuan ini akan mewarnai teknologi penyimpanan daya perangkat elektronik baik portable maupun semi bahkan mungkin kendaraan anda dimasa yang kan datang (wicak)

Sumber:http://sobatsepeda.com/2013/01/16/membuat-baterai-dari-jaringan-tumbuhan-yang-telah-mati/

Iklan

2 Responses to “Membuat baterai dari jaringan tumbuhan yang telah mati”


  1. 02/13/2013 pukul 04:38

    Namun, perlakuan untuk baterai Nikel yang makin nggak umum itu ternyata ngga bisa diberlakukan utnuk baterai Lithium lho. Untuk baterai lithium ion dan lithium polymer, yang sekarang banyak beredar dipasar, tak masalah kalau kamu tidak mengecasnya hingga penuh. Baterai ini malah bermasalah kalau kamu sering memakainya hingga baterai habis. perlakuan ini bisa bikin kapasitas baterai kamu lebih cepat berkurang dari kapasitas normalnya. Misal, baterai kamu punya life cycle 1000 kali pengecasan. Setelah lifecycle tergenapi, baru kapasitasnya menurun jadi hanya 80%nya saja. perawatan yang buruk, mempercepat terjadinya pengurangan kapasitas ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: