21
Des
12

menjawab tantangan krisis energi (bagian 2)

Sobatsepeda, Setelah sekian lama menjadi tanda tanya akhirnya terjawab juga ,mobil yang sempat fenomenal didunia maya karena dianggap mirip dengan Lexus 2054 dalam Film Hollywood “Minority Report”. Dibilang mirip ?… bisa Anda compare sendiri melalui bantuan mbah Google mungkin akan lebih akurat.Dengan penampilan jendela panoramik atap lengkung tentunya akan lebih membantu kenyamanan dalam berkendara serta aerodinamika dalam menjangkau kecepatan 205 km/jam yang tentunya menjadi pesaing berat Rimac sebagai salah satu calon mobil listrik tercepat didunia(wicak).

Prototype yang dibuat dengan biaya hingga 3 Milyar rupiah tersebut dikerjakan disebuah bengkel diYogyakarta dengan konsep penggabungan kerajinan lokal dipadu dengan teknology Amerika. Karya salah satu putra petir alumni ITS yang pernah  berkeja di pabrik mobil  Chrysler lebih dari 10 tahun ,terlihat luwes dan kokoh dengan velg ceper selayaknya mobil sport berkelas, warna merah identik dengan kecepatan tinggi yang notabene selalu menjadi warna kebanggan Ferrari , mudah-mudahan kinerjanya benar-benar sekelas Ferrari(wicak).

Meski bisa dibilang cukup instan dalam kurun waktu beberapa bulan dikonsep , evaluasi langsung test drive. Padahal untuk kelas Toyota sendiri membuat prototype hingga proses layak produksi memakan waktu hingga 11 tahun. Artinya bangsa ini cukup Cumlaude dibidang ini tanpa diragukan.  Inilah harapan dari semangat baru akan mobil produksi dalam negeri yang dibidani oleh putra-putra terbaik bangsa ini (wicak)

 Spesifikasi yang kami dapat adalah :

Dimensi

Panjang: 4413mm
Lebar: 1995mm

Tinggi: 1200mm
Wheel Base: 3110mm
Track: 1606.5mm
Ground Clearance: 150.9mm
Bobot mati kendaraan : 1112.1Kg / 2500lbs

spesifikasi teknis

Baterai: Lithium Iron Phosphate atau Nano-Lithium
Jarak tempuh maksimum  : 200-300 mile sekali ini baterai
Motor : 200KW (268HP) Permanent Magnet AC
Lama waktu pengisian baterai : tergantung pada konfigurasi baterai sekitar 4 jam
kapasitas penumpang: 2 (+2) atau 4 orang

Kecepatan maksimum: 120 mph
bahan body: Aramid-Carbon Fiber Composite

Danet suryatmaja sang engineer bergelar doktor dari Michigan USA.

Video Pak Danet Suryatmaja dalam sebuah konferensi International tentang pembangunan kendaraan ramah lingkungan

Implikasi: Kerinduan akan kendaraan produksi lokal ,telah lama dirasakan insan negeri ini, mudah-mudahan dengan hadirnya TUCUXY akan terjawab segala tanya dan keraguan akan kemampuan bangsa ini dibidang teknologi dan hi-tech(wicak).

Sumber :http://sobatsepeda.com/2012/12/21/semangat-baru-mobnas-listrik/

Iklan

0 Responses to “menjawab tantangan krisis energi (bagian 2)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: