02
Sep
12

tandon air hujan

Barrel completed.jpg

Sobatsepeda, Kali ini kami membahas mengenai Tandon air hujan.Seperti kita tahu  air adalah salah satu sumber daya alam yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia sehari-hari. Alam memurnikan melalui berbagai sumber melalui proses penguapan, dan mengangkutnya keseluruh belahan bumi , kemudian menjatuhkannya melalui langit untuk kita minum , pengairan untuk tumbuhan disekitar kita , bahkan untuk mandi dan berenang , serta berbagai tetek bengek kegunaan yang hampir segudang . Manusia moderen telah menemukan berbagai cara yang sangat jitu untuk menghambur-hamburkan air yang sangat segar dan berharga ini , tetapi solusi yang satu ini sangat mudah , dan cukup murah karena menangkap sumber daya yang mungkin hilang untuk pemanfaatan ulang yang cukup efektif.dibawah ini kami uraikan satu-persatu , bagaimana karya tersebut bisa diwujudkan ?Tandon air hujan sebagai penampung air yang kemungkinan akan terbuang percuma dan dapat digunakan untuk menyiram tanaman melalui teko saat tidak terjadi hujan , akan tetapi penampung air hujan ini memiliki berbagai keuntungan selain hanya untuk mengairi halaman anda .hal ini juga termasuh dalam teknologi hijau . yang merupakan solusi berbiaya rendah untuk berbagai isu potensial :

  • Dapat mengurangi lipahan air hujan yang dihasilkan cucuran atap rumah anda
  • Dapat mengurangi masalah drainase pada properti anda
  • Dapat sebagai konstribusi pada LEED untuk rating Green Building

Sebuah tandong penampung air hujan merupakan sebuah sistim yang mudah dan gampang perawatannya, air hujan sangat baik untuk tanaman yang ada dihalaman kita dan jauh lebih baik dari pada air ledeng yang ada karena mengandung Clorine , relatif lebih bersih dan tentu saja sangat terbebas dari berbagai unsur kimia, dan satu lagi gratis karena tinggal tampung.Dan tentu saja sangat mudah memperluas penggunaanya serta ditambah kapasitasnya , dan bisa juga dobongkar pasan dan direlokasi sesuka kita tergantung penggunaan jika diperlukan (wicak).

berikut ini kami uraikan bagaimana cara membangun sebuah tandon air hujan yang sederhana yang digunakan untuk menampung air dari cucuran atap. Dan perangkat ini cukup menggunakan berbagai peralatan yang bisa didapat dengan mudah dari toko-toko bahan bangunan disekitar anda , dan membutuhkan peralatan yang cukup sederhana yang mungkin sebagian telah ada di kotak perkakas anda di rumah . Untuk beberapa peralatan yang tidak anda miliki dapat dibeli dengan harga yang relatif murah dan terjangkau (wicak).

langkah 1 daftar alat dan bahan 

Components.JPG

Overflow hose.jpg

Tandon air ini kita buat dengan menggunakan sebuah drum plastik yang food grade (bisa buat tempat makanan), yang kemudian dimodifikasi untuk bisa menerima cucuran air atap .Air cucuran atap ditampung dalam drum ini menurut kapasitasnya , dan setelah dalam penampungan air ini dapat dimanfaatkan untuk pengairan kebun anda atau berbagai keperluan lainnya yang anda kehendaki dengan sumber air hujan . tPerlu dicatat : air ini sangat tidak disarankan untuk memenuhi kebutuhan air minum , akan tetapi komponen foodgrade yang disarankan adalah untuk memastikan bahwa tandon air hujan ini tidak mengandung unsur yang dapat merusak kandungan air atau tanaman yang akan disiram , atau yang akan diserap oleh tanaman dan kemudian tertelan oleh tubuh kita saat memakan produk tanaman tersebut baik sayuran ataupun buah-buahan. Selama ini penggunaaan air hujan kami manfaatkan sebagai berikut:
  • pengairan tanaman
  • isi ulang tanki toilet(kloset duduk) setelah proses penyiraman
  • berbagai keperluan rumah tangga dan penggunaan kebersihan

Biaya komponen kami estimasikan sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung anda aplikasi seperti apa yang anda kehendaki . Dan untuk komponen yang kami tunjukkan dibawah ini , kami menghabiskan sekitar Rp 400 ribu dan untuk drum yang lebih kecil bisa Rp 20 ribuan .(terdapat komponen opsional lainnya seperti quick-connect coupling yang mungkin ada biaya tambahan sekitar Rp 100 ribuan) Mungkin anda bisa mendapatkan perangkat diatas jauh lebih murah (wicak).

Terdapat berbagai  akronim komponen pipa yang kami gunakan , dan kami cantumkan daftar sebagai berikut :

  • NPT — National Pipe Thread
  • GHT — Garden Hose Thread
  • HB — Hose Barb

Komponen yang kami pakai dalam pembuatan tandon air hujan (peralatan yang saya gunakan dan estimasi biaya dalam tanda kurung ):

  • Tong plastik Food-grade (kapasistas 220 liter kalau di Yunani buat merendam Acar, kurang lebih Rp 200 ribu)
    Biasanya disekitar tempat tinggal saya banyak dijual selama musim panas.
  • Kain saringan untuk menyaring air hujan yang masuk kedalam tandon (saringan 3″ ,sekitar Rp 10 ribu kalau kainnya minta tetangga tentunya akan gratis)
  • Saluran Over flow  (Right-angle 3/4″ inner diameter 1-1/2″ male NPT hingga 1″ HB fitting, hampir Rp 20 Ribuan )
  • Selang over flow  (1-1/4′ flexible hose, 6 ft, sekitar Rp 30 ribuan , kalau ngembat bekas mesin cuci mungkin akan lebih murah)
  • Bulkhead fitting (Bulkhead fitting, 1-5/8″ dengan diameter luar, NPT drat dalam dengan stadard   3/4″ spigot, hampir Rp 40 ribuan)
  • Nipple   untuk menyambungkan pada  bulkhead yang berfungsi sebagai katup buka tutup (3/4″ male NPT to 3/4″ male GHT, sekitar Rp 10 ribuan)
  • Kran buka tutup  (kami pakai merek Lee Valley Straight shut-off valve, Rp 13 ribuan , kalau buatan China mungkin hampir separo harga )
  • gasket selang untuk sambungan (kami menggunakan Lee Valley O-ring washer, 10 biji sekitar Rp 15 ribuan )
  • Opsional: quick-connect fitting (kami menggunakan  Brass Quick Coupler, Rp 10 ribuan )

Semua kerjakan dengan kondisi kering semua komponen dikumpulkan menjadi satu untuk memastikan semua sesuai dan cocok , semua terpasang seperti yang diharapkan (wicak).

Sebagai alas tandon air kami memakai batu bata kelabu (batako semen), yang saya dapatkan dihalaman rumah entah bekas apa .Hal ini tentunya akan jauh lebih mempermudah dalam proses pengisian tandon air hujan. posisi tandon semakin tinggi semakin besar pula tekanan yang dihasilkan yang dapat dihasilkan (wicak).

Langkah ke 2 penggunaan alat kerja

Hole drill parts.jpg

Saya membuat tandon air pertama menggunakan sebuah  Dremel tool untuk membuat lubang, akan tetapi hasilnya kurang begitu presisi .Kemudian saya membeli 10 buah hole saw disekitar pelabuhan dengan harga sekitar Rp 80 ribuan dan tentunya hal ini sangat mempermudah pekerjaan saya .Beberap alat yang memang sudah saya miliki sebelumnya telah siap digunakan .perangkat yang tidak biasa saya gunakan adalah perangkat yang namanya Clamp Tite tool jadi disini saya menggunakan clamp yang berbentuk pita stailes steel buatan pabrikan untuk mengunci .terdapat screw pengikat untuk mengencangkan dan menguncinya . Peralatan lain yang perlu digunakan :

  • Bor
  • Hole saw(gergaji putar)
    • ukuran lubang 3″
    • ukuran lubang 2″
    • ukuran lubang 1-3/8″
  • Spidol permanen
  • Teflon tape
  • Lem Silicone / silicone sealant
  • Kunci pipa
  • Tang flat halus

Beberapa alat opsional :

  • Pengencang ikatan atau alat pencekam
  • kawat stainles sebagai pengunci
  • tang potong

Langkah ke 3 detail komponent 

Compression fitting.jpg

Compression fitting detail.jpgComponents.JPG
Saluran pembuangan adalah salah satu bagaian yang paling penting. Ini dilengkapi demngan fitting pipa yang bisa menahan tekanan besar dari air didalam tandon air yang kita buat melaui lubang besar yang kita buat mendekati lambung , Lubang fitting juga dilengkapi dengan titik sambungan buat katup . kali ini saya memakai fiting berukuran lubang 2 “, dan memiliki gasket terbuat dari karet yang kan ditekan dari dalam dinding berl;awanan dengan Nut fitting yang berada diluar tangki tandong yang kita buat . Fitting saluran pembuangan yang kita buat menggunakan drat putaran tangan kiri pada nut-nya. Hal ini akan memungkinkan bagi fitting saluran pembuangan untuk tetap fix saat kita pasang katup dengan putaran drat tangan kanan.Asembli katup yang terdiri dari nipple yang menghubungkan saluran pembuangan dengan katup . Katub yang kita gunakan adalah 3/4 ” ball valve . Bila dibandingkan dengan pin valve , ketika terbuka penuh katub ini sama sekali tidak ada halangan pada aliran air .Hal ini juga memungkinkan inspeksi lebih fleksibel ketika katup pada posisi terbuka atau tertutup dengan mudah dengan melihat posisi handle katub tersebut.Dengan biaya lebih murah akan tetapi performa cukup bagus menurut saya , Konektor quick release yang terbuat dari kuningan cukup memudahkan dilepas dan sambung kembali berbagai model selang yang akan kita sambungkan dengan berbagai aplikasi yang kita inginkan , seperti : selang penyiram tanaman baik nozzle , sprinkel maupun batang penyiram serta masih banyak lagi yang bisa kita kehendaki . Sejauh ini performa yang dihasilkan dibanding biaya yang dikeluarkan cukup sebanding , lagi-lagi menurut pendapat saya (wicak).

Langkah ke 4 pemotongan lubang  valve 

Valve hole.jpg
Valve hole marked.jpgValve hole started.jpgValve hole cut.jpg
Penempatan Lubang pipa pembuangan , beberapa centimeter diatas lambung tandon plastik yang kita pakai , jadi memungkinkan proses sedimentasi akan mengendap dibawah saluran dan tidak akan ikut keluar , karena terletak dibawah katup kran dan air mengalir akan relatif bersih . dan memungkinkan pemasangan kran lebih horizontal dari posisi barel tersebut .Gunakan pemotong ukuran 2 ” . tandai tengahnya dan mulai dengan lubang pilot untuk hole saw yang telah kita tandai dengan spidol(wicak).

Langkah ke 5 Lubangi bagian atas

Raw Barrel Top.JPG

Top hole started.jpgTop hole cut.jpg
Gunakan bekas corn yang ada dibagian tengah untuk memulai lubang atas sebagai titik panduan hole saw . gunakan pemotong ukuran 3″ dan lubangi untuk pemasangan saringan (wicak) .

Langkah ke 6 buatlah lubang overflow 

Overflow hose installed.jpg
Overflow hole marked.jpgOverflow hole started.jpgOverflow fitting installed.jpg
Lubang Over flow akan sangat berguna untuk saluran pembuangan ketika kapasitas air telah melebihi yang kita inginkan . Tandai tengahnya , gunakan pemotong ukuran 1 -3/8″ dan kemudian buatlah lubang over flow ini . Lubang ini dibuat agak sempit untuk pemasangan fitting dengan drat putaran kanan (wicak).

langkah ke 7 pasanglah valve

Compression fitting installed.jpg
Valve and fitting.jpg
Tightening valve.jpg
Pemasangan fitting saluran pembuangan dengan cara melepas Mur dan ring anti gesek , kemudian pemasangan gasket karet dari dalam tandon air kearah luar dinding tandon. Kemudian bari pasang ring anti gesek kemudian kencangkan Mur yang ada.Kecangkan fiting dengan menggunakan tangan .Catatan: Drat putaran kiri pada saluran pembuangan akan berfungsi untuk melawan putaran ketika terjadi pemasangan kran air dengan putaran drat kanan , sehingga lebih memudahkan proses assembly. Pasang niple dengan kran/ katup(buka-tutup), gunakan teflon tape untuk drat luar . Gunakan tang  slip-joint untuk mengencangkan sambungan .Gunakan juga teflon tape untuk drat luar dan sambungkan modul kran pada fitting saluran pembuangan . Gunakan kunci pipa pada saluran pembuangan untuk mengencangkan sambuangan fitting dan kran .Kencangkan modul kran dengan tegas dan putar handle kran keatas . kemudian baru gunakan kunci pipa untuk mengencangkan fitting saluran pembuangan . Ini cukup mudah untuk mengencangkan sambungan dan mengurangi resiko kerusakan saat proses assembly , jadi tunggu hingga tandong terisi air untuk memastikan seberapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk  mengencangkan drat sambungan untuk mecegah kebocoran air pada jalur yang tidak diinginkan . Atur kekencangan sambungan fitting hanya cukup kencang untuk mencegah kebocoran air ketika tandon air terisi penuh . Tahan kran pada posisi yang diinginkan dan putar mur besar dengan menggunakan kunci pipa .Ingat , putaran kiri ( left-hand threads) putaran berlawanan dengan kondis biasa ! Mur yang ada difitting benar-benar digambarkan putaran berlawanan untuk mengencangkan (melawan arah jarum jam).

Langkah ke 8 pemasangan pipa overflow

Hose clamp dressed.jpg

Selang yang saya pasang sepertinya terlalu besar dibandingkan fitting yang saya gunakan , jadi yang saya perlukan adalah sebuah hose  clamp.Untuk hose clam yang biasanya digunakan dengan pengencang screw dan sangat mudah didapatkan berbentuk band dari metal, mereka bisa membesar dan berkarat dari waktu ke waktu . Dalam kasus ini , kami menggunakan hose clamp  dari Tite tool.Kami jelaskan dengan lebih detail berikut ini. saat Fitting dipasang , digunakan seal antara barel dengan fitting , kali ini kami menggunakan silicone sealant untuk menjaga rembesan air agar tidak keluar dari jalur yang tidak diinginkan (wicak).

Langkah ke 9 Penempatan tandon , dan ambil saat digunakan 

Barrel base 1.jpg

Barrel base 2.JPGBarrel on base.jpgRain Barrel Connected.JPG
Penempatan Tandon air hujan kami letakkan dibawah cucuran talang atap rumah . Angkat sedikit atau posisikan lebih tinggi dari permukaan tanah untuk mempermudah pengisian ember saat proses penyiraman , dan memberikan sedikit tekanan akibat gaya grafitasi . Jadi saya juga mencoba memilih lokasi dihalaman yang lebih tinggi dari kebun dihalaman rumah jadi gaya grafitasi ikut mempermudah aliran air selama proses penyiraman dari pada repot membawa kaleng pada lokasi penyiraman .Saya gunakan dua batang batako dan sebuah lempengan batu berwarna biru yang saya temukan dihalaman belakang . Apapun yang anda gunakan , pastikan  dapat menahan tandon air saat terisi penuh air hujan . 200 liter air dengan berat 440 pound , jadi pertimbangkan untuk sebuah dudukan yang tetap stabil saat menerima tekanan berat air hujan ditambah efek guyuran yang tentunya gaya grafitasi yang ada akan menanmbah gaya temporan . Dengan sambungan quick release pada kran akan semakin mempermudah aplikasi yang diinginkan , baik penyiraman langsung dengan menggunakan selang panjang untuk menjangkau area penyiraman langsung atau saat dilepas langsung mengisi air dari ember atau media penyiraman tanaman lainnya .Gambar diatas menunjukkan , kami menempatkan tandon air disamping pitu depan.Terlihat saluran talang disambung dengan sebuah talang fleksibel kemudian diarahkan pada bagian atas tandon yang kami buat . Sementara saluran overflow akan berfungsi saat dibutuhkan . kami tambahkan kawat untuk  menjaga talang fleksibel untuk tetap diatas tandon saat hujan tiba, karena kemungkinan terjadi sedikit hentakan dan getaran saat menerima guyuran air dari atas apalagi saat hujan cukup deras(wicak).

Langkah ke 10 iktisar

Barrel completed.jpg
Tandon air hujan sangat efektif untuk menangkap sumber daya yang cukup penting berupa air  yang biasanya terbuang sia-sia. Tandon air yang kami buat tidak sampai menghabiskan anggaran Rp 500 ribu rupiah , dan bertahan hingga beberapa taun kedepan. Kami mendapatkan banyak keuntungan dengan tandon hujan tersebut . Saya telah membuat beberapa tandon air hujan untuk keluarga, tetangga  dan beberapa teman . Dan benar kami telah menghemat dan memanfaatkan pukluhan bahkan ratusan galon air yang seharusnya terbuang terutama  selama musim panas . Tentunya akan mengurangi ketergantungan air dari sumber air dan sungai disekitar rumah , serta berbagai penggunaan air dari beberapa perusahaan , tagihan air bulana jelas berkurang dan jenis air yang benar untuk penggunaan yang benar juga . Tentu saja air hujan bukan diperuntukkan sebagai air minum , Yang pasti air dari perusahaan air minum sangat tidak cocok untuk tanaman karena telah mengandung berbagai senyawa kimia yang jelas mengganggu  kesehatan tanaman apa lagi buah-buahan atau sayuran  yang mungkin hasilnya akan kita konsumsi tentunya akan menimbulkan efek yang tidak menyenangkan dikemudian hari.Air hujan ini juga cocok untuk pengisian tangki toilet dan berbagai penggunaan air lainnya.Satu catatan lagi : untuk yang tinggal diwilayah beriklim dingin pindahkan tandon air kedalam rumah untuk menghindari proses pembekuan . Karena volume air akan bertambah sekitar 9 sampai 10 % ketika berubah menjadi Es , jadi hal ini akan sangat merusak tandon air bila terjadi.Pastikan tandon kita kosong dan pindahkan , untuk menhindari paparan sinar matahari langsung , selama musim dingin (wicak).
Implikasi : sumber daya air semakin berkuran dari tahun ketahun seiring bertambahnya umat manusia yang sekarang lebih daari 7 Milyar penduduk bumi. diperparah dengan kwantitas serta kwalitas yang semakin jauh berkuran. Diperlukan berbagai sumber air selain air tanah untuk penggunaan yang tepat. bijaksana dalam penggunaan adalah kunci dari segalanya(wicak).
Sumber :

8 Responses to “tandon air hujan”


  1. 1 iq
    05/05/2013 pukul 06:00

    Dimana mendapatkan komponen nya bang??

    • 05/06/2013 pukul 22:42

      kalau saya sedapatnya , bekas tong sampah ,beberapa niple kita dapat dari toko alat bangunan dan sebagainya , kan tetapi kebanyakan dari berbagai komponen yang telah lama tidak terpakai, jadi tinggak pakai saja …..

  2. 3 iq
    05/09/2013 pukul 15:27

    kalau niple nya biasanya di toko bagunan penyebutan nama nya kan berbeda2 biasanya apa nama kerenya buat penjual? biasanya banyak toko gak ngerti…ehheeee..eeehhh

    • 05/15/2013 pukul 17:47

      kalo tokonya ndk ngerti patokannya asal kita ngerti bentuk serta fungsinya bisa juga , terkadang kalo saya ke toko itu tak cari sendiri baru nanyak apa namanya baru tak beli ……..

  3. 5 iq
    05/09/2013 pukul 15:34

    o ia bang apakah metode pembuatan lubang pembuangan ini bisa saya terapkan untuk tandon air saya yang berbentuk pesegi/kubus, nah untuk antisipasi kebocoran pada dinding lubang apa sebaiknya digunaka o-ring atau lem tertentu? tanks

    • 05/15/2013 pukul 17:45

      kalau disini kmi pakai o-ring sebaiknya tabung berbentuk kubus(dengan sambungan fit bukan putaran paksa ) …akan tetapi kalo memang meminimalisir kebocoran tambahkan saka lem silikon /lem aquarium ……

  4. 7 rentalatas
    05/28/2015 pukul 10:37

    Salam kenal bang..
    Saya sangat tertarik dengan artikelnya, karena kebetulan saya sedang mencari penampungan air untuk didalam rumah diperuntukan untuk mencuci dan mandi karena aliran air dirumah saya kecil sekali.
    Apakah bisa saya memesan penampungan seperti biasa dengan Tong plastik Food-grade. Berhubung saya tidak mempunyai alat-alat untuk membuatnya. Saya sangat berminat sekali. Bisa tolong konfirmasi ke email saya di : rental.atas@gmail.com kalau memang bisa dipesan dan cara pembeliannya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: