29
Jun
12

Menjawab tantangan krisis energi (bagian 1)

mobil listrik karya salah satu putra petir Dasep Ahmadi yang diandalkan sebagai MPV atau mobil keluarga sekelas Avanza/Xenia

Sobatsepeda, berbicara mobil listrik apalagi karya putra Indonesia. sedikit bangga namun  menyimpan beberapa kekhawatiran. Dengan berbagai varian mobil listrik yang ada tentunya bukan hanya sebuah niat atau rencana yang harus disuguhkan , akan tetapi sebuah komitmen bersama dari semua pihak untuk merealisasikannya. bukan hanya sebuah sensasi ataupun komoditas politik yang akan dihembuskan sesaat tanpa memikirkan kontinuitas kedepan yang tentunya sebagai jawaban sebuah tantangan akan krisisnya cadangan energi yang ada(wicak).

Seperti yang sudah-sudah berbagai produk transportasi yang digadang-gadang sebagai produk dalam negeri ataupun karya putra bangsa bagaikan layu sebelum berkembang (bahkan kecenderungan di Aborsi) seperti beberapa mobil karya putra bangsa yang pernah ada, mereka berakhir cukup tragis dan mengenaskan. Bagaikan seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan namun selalau ditendang oleh kekuatan yang lebih besar baik merek asing yang bermodal jauh lebih besar ataupun penguasa yang sama sekali tidak memiliki rasa patriotisme pada kemajuan bangsa, ataukah benturan kepentingan ?(wicak).

Yang pasti semua karya itu tidak ada yang sempurna. tinggal niat kita untuk menyempurnakannya atau mengekpose segala kekurangan tanpa memberi solusi atau yang lebih ekstrim lagi memvonis sebagai sebuah produk yang gagal.Semua produsen kendaraan bermotor didunia pasti mengalami pembuatan produk gagal yang pada debut pertamanya terkadang dilecehkan dan dianggap main-main. Akan tetapi dengan dukungan rakyat dan pemerintahan yang cukup melindungi keberadaan mereka sehingga bisa bangkit sebagai salah satu produsen Automotif yang tangguh dan sanggub berbicara dikancah persaingan Internasional (wicak)

Mobil listrik andalan pak Dahlan Iskan digarap oleh salah satu bengkel modifikasi yang ada dijogjakarta  karya Danet Suryatmaja digarap sangat mewah sekelas Ferrari

Seperti kejadian beberapa bulan yang lalu dikota Paris, terjadi kasus pertama tabrakan yang terjadi pada sebuah mobil listrik. Saat menabrak penyeberang jalan, dikarenakan mobil listrik berjalan sangat kencang dan tanpa suara sama sekali sehingga pejalan kaki tidak mendengarkan kalau mobil listrik ada disekitar dia , yang pasti bukan hal seperti ini yang kita harapkan terjadi di Indonesia kelak . Pasti akan menjadi kartu truf untuk menjatuhkan vonis pada mobil listrik karya putra bangsa kelak sebagai produk yang berbahaya saat berada dijalanan . Yang diperlukan adalah semacam payung hukum yang akan menjaga kelangsungan karya putra bangsa  agar bisa mandiri dan menjadi tuan  rumah dinegeri sendiri(wicak).

Serta komitmen semua pihak seperti pengadaan suku cadang , stasiun pengisian listrik bahkan layanan purna jual yang tidak kalah penting. Jangan sampai proyek ini menjadi bagaikan “rubuh-rubuh gedhang” dalam falsafah jawa, Ramai pada awalnya setelah itu tidak ada kabarnya sama sekali seperti  kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun anggaran 2008.Yang memikirkan Skala proyek saja tanpa memikirkan kesinambungan akan fasilitas  tersebut, yang akhirnya sama sekali tidak bisa dimanfaatkan hingga sekarang karena tidak tersedianya aki  penyimpan listrik sebagai suku cadangnya, sehingga  proyek yang berbiaya Rp 8,9 miliar tersebut terkesan sia-sia dan buang-buang anggaran, tentunya kita tidak berharap proyek mobil litsrik tidak akan berakhir seperti yang kami uraikan diatas bukan? (wicak)

Bus bertenaga listrik karya bersama LIPI dan BPPT yang bisa bergerak sejauh 150 km sekali isi baterai penuh 

Implikasi : Mencintai produk dalam negeri adalah kunci utamanya, serta kesungguhan pemerintah dalam mengatasi berbagai benturan kepentingan yang mungkin akan menjegal kelangsungan produk kebangaan bangsa ini. dan yang tidak kalah penting adalah adanya  payung hukum dan ketersedian infrastruktur yang memadai, semua masuk akal dan bisa diusahakan  (wicak).

Sumber:http://sobatsepeda.com/2012/06/29/mobil-listrik-buatan-dalam-negeri/

Iklan

0 Responses to “Menjawab tantangan krisis energi (bagian 1)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: