23
Mei
12

Bagaimana budaya bersepeda digalakkan di sebuah kampus?

Bikes at Stanford U.

di Stanford University, dengan area kampus yang luas dan jalur-jalur yang tersedia , mereka telah memenangkan berbagai penghargaan untuk menggalakkan budaya bersepeda di kalangan mahasiswa dan para anggota staff(gambar oleh :Erin Lubin, Bloomberg News).

oleh Goldie Blumenstyk

Sobatsepeda,Beberapa perguruantinggi menawarkan berbagai fasilitas untuk penguncian sepeda .Akan tetapi sebuah institusi perlu melakukan lebih dari sekedar menyediakan rak penyimpanan sepeda untuk menjadi sebuah kampus yang ramah terhadap pesepeda melalui sebuah program yang telah diluncurkan beberapa pekan yang lalu oleh League of American Bicyclists.

Program ini didesain untuk membantu sebuah institusi mengembangkan kebijakan holistik dalam bersepeda.Sebuah aplikasi yang terdiri dari 90 pertanyaan untuk dibutuhkan oleh sebuah perguruan tinggi untuk menyatakan seberapa besar mereka mendukung budaya bersepeda -di instansi mereka, misalnya dengan menyediakan peta bersepeda , termasuk informasi bersepeda serta masa orientasi mahasiswa baru (wicak).

tersedia bike-path disana yang memungkinkan penghuninya bersepeda dengan aman dan nyaman serta menikmati  kesegaran udara disekitarnya 

kepadatan populasi dan sarana parkir yang tersedia sangat mendukung para pengguna sepeda, terbukti menghasilkan alumni sebagai  ilmuwan yang handal 

Disediakan kriteria perunggu , perak , emas dan platinum yang akan diperebutkan sebuah program  the Bicycle Friendly University  yang tentunya akan menjadi pendidikan bagi kampus mereka tersendiri, kata  Bill Nesper, yang merupakan direktur program the league’s Bicycle Friendly America . Program kampus bertujuan mengevaluasi seberapa bergunakah jalur sepeda yang mereka sediakan dikampus , apakah peraturan  serta biaya parkir dilingkungan kampus telah mendukung atau tidak sama sekali pada budaya bersepeda sebagai sarana angkutan alternatif lain dari mobil , dan sebagaimana serius peraturan kampus tentang pencurian sepeda dan keselamatan bersepeda(wicak).

Beberapa kampus telah mendapatkan pengakuan dari pragram yang diselenggarakan liga lain yang dikenal sebagai komunitas ramah bersepeda dari kalangan masyarakat , negara dan pekerja . Siapapun yang pernah berkunjung ke Stanford University dan melihat fasilitas perbaikan sepeda gratis tidak akan terkejut , karena institusi tersebut telah diakui .Sebuah penghargaan lain , seperti pada kampus Ripon , malalui sebuah proyek  “Velorution Project” yang memberikan fasilitas pada pelajar yang berupa pemakaian sebuah sepeda gunung secara gratis (yang bercat dan berlabel Ripon)untuk satu tahun apabila mereka mau berjanji untuk menggunakan sepeda sebagai sarana komuter tunggal mereka selama dikampus (wicak).

Universitas Capella dan Universities of California di Santa Barbara,Wisconsin dit Madison, and Minnesota-Twin Cities juga telah mendapatkan gelar semenjak liga ini mulai digelar yang dimualai sekitar tahun 2003.Secara keseluruhan liga telah mengakui sekitar 140 komunitas di 41 negara dan 133 perusahaan atau karyawan di 26 negara .Uang yang didapat dari koalisi bersepeda dan  Trek Bicycle Corporations , Proyek  1 dunia 2 roda telah diijinkan oleh liga sebagai program tambahan sebuah Universitas.

Mr. Nesper juga mengatakan Liga memutuskan untuk meluncurkan program spesial pada kampus, karena beberapa dari mereka telah memiliki  elemen pendukung untuk mempromosikan budaya bersepeda, beberapa elemen tersebut seperti kepadatan populasi yang tinggi ,batas-batas yang ada dan etos komunitas yang mendukung .Serta manfaat bersepeda yang bisa ditunjukkan oleh setiap institusi.

Berbagai hal bisa dikampanyekan dilingkungan kampus, seperti keuntungan yang sangat besar bisa didapat.selain bisa mengurangi lalu lalang mobil dan kendaraan bermotor lainnya dan peningkatan kwalitas kesehatan dikalangan pelajar dan para staff , lebih banyak budaya bersepeda bisa berarti lebih banyak dollar dan sen bisa dihemat baik dalam parkir dan perawatan (wicak).

Dengan menawarkan berbagai infrastuktur yang tepat merupakan salah satu bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi pesepeda , kata Nesper lagi, akan tetapi “soft” project, seperti program pendidikan keselamatan dan penegakan hukum , masih menjadi pekerjaan yang cukup panjang .

Dia mencatat bahwa sebuah institusi yang tidak memiliki area kampus yang cukup luas atau populasi residen yang cukup dapat juga mengambil langkah dalam budaya bersepeda dilingkungan mereka, seperti promosi atau bahkan mensubsidi program bike-sharing yang memungkinkan untuk para pelajar dan anggota staff  menggunakan sepeda saat mereka memasuki area kampus.”itulah yang paling gampang direalisasikan untuk sebuah lingkungan kampus ” katanya.

Liga ini juga memperkenalkan sebuah program yang bernama the Bicycle Friendly University beberapa minggu yang lalu berdasarkan konferensi  Pro Walk/Pro Bike 2010 di Chattanooga, Tenn. Para offisial liga mengatakan setiap institusi perlu melakukan berbagai pendekatan yang terbaik dan sesuai dengan kontur geografi kampus , postur tubuh pelajar dan misi . Para anggota staff liga ini akan memberikan para pelamar beberapa umpan balik dan saran teknis.Mereka juga akan menyediakan salinan dari aplikasi yang akan dibagikan pada para pelajar , anggota staff dan kelompok sepeda yang berada dilingkungan kampus  , sehingga mereka juga bisa ambil bagian juga(wicak).

Sebuah program telah menjadi sebuah konstanta , bahan yang diperoleh dari liga ini dapat dikatakan :”kami ingin melihat kesuksesan demonstrasi pertumbuhan budaya komunitas dalam bersepeda ”

sumber: permalink.
Iklan

0 Responses to “Bagaimana budaya bersepeda digalakkan di sebuah kampus?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


follow us on twitter


%d blogger menyukai ini: