20
Feb
12

Misteri dibalik Sailing rock(batu berlayar) Death Valley

Sailing stone in Racetrack Playa

Sobatsepeda, misteri batu meluncur atau berlayar sampai sekarang masih belum terpecahkan , bahkan kekuatan seperti apa yang bisa membuat batu-batu yang berukuran tidak kecil tersebut bisa meluncur seperti stereoform bergerak tertiup angin .Death Valley National Park yang terletak di California sebagai rumah dari sebuah tempat yang disebut sebagai track balap Playa.Track balap tersebut merupakan sebuah permukaan danau kering dengan ketinggian permukaan sekitar 1130 meter dibawah permukaan air laut , dengan panjang sekitar 4,5 km , yang paling mengherankan permukaan tanah tersebut benar-benar rata ,dengan hanya memiliki selisih tinggi permukaan antara ujung utara dan selatan sekitar 4 cm.Gunung-gunung mengelilingi track balap ini , didominasi permukaan dolomit gelap, mencapai ketinggian diatas 1731 meter diatas dasar danau.ketika hujan deras datang , air mengalir kebawah dari pegunungan menuju dasar danau ,membentuk sebuah danau endorheic yang dangkal.Karena suhu yang cukup panas diwilayah ini , air menguap , meninggalkan permukaan lumpur yang lembut.Ketika semua cairan benar-benar habis karena telah menjadi uap air , permukaan tanah mulai pecah-pecah atau menimbulkan retakan membetuk pola mosaik .Disinilah daya tarik dari tempat itu selain sebuah misteri yang benar-benar belum terungkap apalagi dimengerti oleh kalangan ilmiah(wicak).

Sailing Stones yang berada di track balap Playa

Seiring jalannya waktu , batu jatuh dari lereng gunung hingga sampai permukaan dasar danau kering. Beberapa merupakan batu kecil , serta beberapa gak berat sekitar 700 pound. Setelah batu-batu itu berada di permukaan yang sangat datar ,sebuah akal sehat pasti akan berfikir mereka akan tetap diposisi itu tanpa terusik sedikitpun oleh badai topan sekalipun bahkan selama ribuan tahun akan tetap disitu. Namun seperti kita ketahui,hal  ini tidak terjadi.Beberapa batu berukuran besar bahkan yang berbentuk boulder sekalipun (yang sangat terkenal sebagai sliding rock, sailing rock atau moving rock)ditemukan pada seuruh permukaan dasar danau kering dengan alur jalan yang cukup panjang, atau track balap , sebuah guratan garis yang mereka bentuk seterah bergeser , dengan panjang lintasan ratusan meter. Karena tidak ada bukti campur tangan manusia atau hewan dalam pergeseran batu ini,jadilah sebuah pertanyaan mengapa  fenomena ini  bisa terjadi?(wicak).

Large sailing stone

Bukan hanya batu yang bergerak , akan tetapi batu-batu itu bergerak menuju arah yang benar-benar berbeda.Dua batu yang berdekatan mungkin pernah bergerak bersama dengan kecepatan yang mungkin sama akan tetapi salah satu ada yang berhenti  atau  berbalik arah.Beberap diantaranya ada juga yang berputar hampir membentuk jalur lingkaran serta nyaris kembali menuju titik asal mereka.Alur yang terbentuk setelah mereka bergeser tidak lebih lebar dari 30 cm , dan kurang dari kedalaman 2.5 cm.Track terpanjang sepertinya terbentuk dalam kurun waktu sangat lama mungkin puluhan bahkan ratusan tahun,meskipun , tidak ada seorang pun yang  pernah menyaksikan kejadian tersebut(wicak).

Sailing Stones in Racetrack Playa

Pada tahun 1972  Bob Sharp dan Dwight Carey telah memulai sebuah penelitian yang selama 7 tahun, ketika 30 batu diberi nama atau label tertentu dan setiap gerakan akan dimonitor dengan tahapan jarak tertentu. Selama penelitian itu dua batu berukuran sama ditempatkan pada sebuah tempat semacam sangkar dengan diameter sekitar 1,7 meter , dikelilingi dengan lingkaran yang ditempatkan dengan jarak masing-masing sekitar 64 sampai 76 cm dengan saling terpisah satu sama lain. Melalui study ini salah satu batu bergerak , dan yang lain tidak . Setelah studi ini berakhir ternyata 28 dari 30 batu yang dipilih telah bergerak,dan kemungkinan bergerak pada musim dingin .Batu terkecil yang termonitor memiliki diameter sekitar 6.5 cm , dengan alur gerak terpanjang sekitar 201 meter, dengan batu terbesar dengan berat sekitar 36 kg. batu terbesar diperkirakan seberat 320 kg,meski untuk yang satu ini termasuk salah satu dari dua batu yang sama sekali tidak bergerak selama periode penelitian selama 7 tahun. Batu ini telah menghilang pada tahun 1994, dan ditemukan kembali pada tahun 1996 dengan jarak sekitar 800 meter dari posisi semula(wicak).

Suasana malam dari sailing stone dibawah langit bertaburan bintang

Pada pertengahan 90-an terdapat studi lain tentang fenomena alam ini dan menyimpulkan bahwa jalur yang tertinggal pada tahun 1980-an terbentuk karena terdapat gumpalan es yang mengapung diatas permukaan es yang jauh lebih besar, dengan kemungkinan panjang sekitar 800 meter bersamaan dengan angin sangat kuat dan kencang , mungkin hingga 145 km/jam  di area ini. Sementara gerakan selam tahun 80-an memiliki hipotesa yang sangat kuat , sampai seseorang benar-benar menyaksikan kejadian tersebut,kami tidak akan pernah tahu pasti bagaimana batu-batu berukuran raksasa tersebut bisa bergerak atau seperti berlayar diatas permukaan dasar danau kering tersebut di Taman nasional Death Valley(wicak).

Implikasi: Batu berukuran sangat besar dan tidak mudah bergerak tertiup angin masih sebuah misteri yang sama sekali belum terpecahkan. akan tetapi pasti ada kekuatan yang membuat batu-batu berukuran raksasa tersebut bisa bergerak apalagi dengan arah yang nyaris berputar dan tidak mungkin disebabkan oleh tiupan angin yang bergerak selalu satu arah. dengan pikiran terbuka dengan berbagai disiplin ilmu yang kita miliki atau mungkin kan kita pelajari niscaya suatu saat misteri sesulit apapun pasti bisa terpecahkan(wicak).

Sumber:https://sobatsepeda.wordpress.com/2012/02/20/misteri-dibalik-batu-berlayar-di-death-valley/

Iklan

0 Responses to “Misteri dibalik Sailing rock(batu berlayar) Death Valley”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: