30
Jan
12

Kisah dibalik kota bawah tanah Cappadocia

Sobatsepeda, Melihat kota bawah tanah teringat kisah  rakyat Vietnam melawan angkatan perang Amerika dengan sistim  gerilya dan memanfaatkan gorong-gorong bawah tanah sebagai sarana perlindungan.Kali ini kami mengunggah sebuah artikel tentang sejarah Cappadocia yang kami dapatkan dari sebuah bab pada literatur kuno. Melewati berbagai jaman dari massa orang-orang Het , Persia , Alexander Agung , Romawi , Byzantine dan  kekaisaran Ottoman hingga Turky sekarang yang terdapat pada wilayah Anatolia tengah. Pada masa kekuasaan Herodetus ,telah dikatakan bahwa wilayah Cappadocia membentang antara Gunung Taurus dan Laut Hitam. Pada masa sekarang , kebanyakan turis pengunjung mengenalinya sebagai provinsi Nevsehir , yang merupakan bagian wilayah Turkey.  Merupakan tanah setengah Kering , dan sangat buruk.Dengan ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut ,  bisa dikatakan Relief Cappadocia adalah sebagai dataran cukup tinggi ,merupakan salah satu bagian dari puncak gunung berapi yang menciptakan pemandangan  sangat menakjubkan – Dan tercipatalah  sebuah pemandangan dimana populasi penduduk telah menambahkan berbagai pengembangan selama berabad-abad(wicak).

Mungkin inilah bagian paling terkenal yang terdapat di Cappadocia, dan sampai sekarang masih dalam kondisi sangat baik, Merupakan sebuah cerobong asap Peri dari Goremedan dikelilingoi desa-desa sekitarnya. Bebatuan sedimen , terbentuk dari meterial vulkanik sekitar 9 sampai 3 juta tahun yang lalu, yang terkikis oleh angin dan hujan sehingga membentuk seperti menara dan pilar. Dari semua yang ada disini masyarakat sekitar telah mengukir rumah-rumah khas pada masa itu, gereja dan biara , dan beberapa tertanggal pada masa kekaisaran Romawi dan terlihat masih dalam kondisi sangat baik seperti mengembalikan kita pada masa itu. Beberapa diantaranya memiliki dekorasi interior dengan dinding beraneka warna .Meski sudah tidak lagi berfungsi sebagai tempat ibadah , para pelancong masih bisa berjalan melalui gereja-gereja dan kapel-kapel yang ada di  the Goreme Open Air Museum(wicak).

Akan tetapi lapisan tanah dibawah Cappadocia tersimpan rahasia yang lain, Seperti berbagai situs menarik lainnya: sebuah kota kuno bawah tanah.pada mulanya hanya ditemukan sebuah terowongan dan ruangan bawah tanah yang tidak banyak orang tahu , melalui berbagai disiplin ilmu arkeologi mereka percaya bahwa tempat itu ada dimulai atau dibuat oleh orang-orang Het(1200 sebelum masehi). Dan beberapa bukti  lain menerangkan bahwa tempat ini telah ada jauh sebelum jaman besi, untuk hal ini mereka temukan dari sebuah terowongan  dipahat dengan menggunakan alat batu, yang difungsinkan semacam besi di jamannya, atau sebagai perkakas. Akan tetapi tempat ini lebih terkenal masa penggaliannya pada masa awal perkembangan umat Christiani sebagai tempat pengungsian sekaligus persembunyian sebagai perlindungan dari penganiayaan – pertama selama masa Romawi, dan masa akhir invasi Arab(wicak) .

Berbagai jebakan dan terowongan labirin dibuat disana sebagai pelindung yang terbukti efektif menjebak beberapa tentara yang kurang hati-hati saat melewatinya, seperti beberapa batu bouldrer yang siap menggelinding untuk meblokir jalur terowongan maupun pintu, dan sebuah lubang pada atap yang siap menurunkan tombak yang siap menghujam kebawah sebagai bentuk pertahanan.Yang kesemuanya dipersiapkan untuk para prajurit yang menyerang mereka dan dipersiapkan oleh kaum kristiani seperti : terowongan sempit yang memaksa musuh mereka untuk bertarung , dan ditembak mati satu-persatu(wicak) .

Ada satu hal lagi yang menarik dan kami ketahui dari kota kuno Cappadocia yang sangat berharga.(terkenal , sangat mengejutkan dengan Lembah merpati), ribuan merpati bersarang disana dengan memanfaatkan berbagai kandang yang diukir dari bebatuan lunak .Merpati disana menghasilkan dua keuntungan selain sebagai sumber pupuk juga sumber makanan bagi masyarakat sekitar, bahkan hingga sekarang , dimana tanah yang disuburkan oleh hasil kotoran merpati tersebut sangat terkenal sebagai tanah yang paling subur disana bahkan seluruh dataran Turky.Ada hal yang paling dibanggakan oleh para petani Cappadocia , mereka menegaskan bahwa buah-buah yang mereka hasilkan adalah yang paling manis di seluruh Turky dan mereka sangat beruntung berkat banyaknya kotoran merpati tersebut, inilah yang mereka sebut sebagai kotoran yang membawa berkah(wicak).

Implikasi: Sebuah peninggalan akan tetap eksis apabila bisa dilestarikan , dan pola hidup yang sangat unik bisa memiliki nilai jual dikalangan wisatawan. dan disanalah terdapat nilai-nilai positif yang bisa diambil serta dikembangkan hingga sekarang. Dengan perawatan teratur dapat menghindari kerusakan warisan dunia dari peradaban manusia yang pernah ada, pada akhirnya diperlukan sikap bijaksana dan kesungguhan dalam melestarikan semua yang ada dan masih tertinggal(wicak).

Sumber:https://sobatsepeda.wordpress.com/2012/01/30/kisah-dibalik-kota-bawah-tanah-cappadocia/

Iklan

2 Responses to “Kisah dibalik kota bawah tanah Cappadocia”


  1. 02/03/2012 pukul 02:30

    Good submit admin! i bookmarked your net web site. i’ll glance ahead in case you could have an e-mail number adding.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: